Selasa, 06 April 2010

paranormal activity

Katie (Katie Featherson) and Micah (Micah Sloat) adalah sepasang anak muda yang baru saja menempati rumah baru yang mereka sewa. Awalnya rumah itu seperti sebuah rumah ideal buat mereka tapi setelah beberapa kali kejadian aneh muncul, dua anak muda ini mulai berpikir bahwa ada sesuatu yang tak beres yang sedang terjadi.

Tak seperti Micah yang tak percaya pada hal-hal gaib seperti hantu, Katie justru sudah 'akrab' dengan fenomena yang susah dijelaskan dengan logika ini. Katie mengaku sejak kecil telah diikuti makhluk gaib dan bisa jadi makhluk yang sama juga yang sekarang menghantui rumah baru mereka. Walau awalnya susah untuk percaya, Micah akhirnya tak punya pilihan lain karena ia sendiri tak bisa menjelaskan kejadian aneh yang terjadi belakangan ini.

Karena tak berhasil meminta bantuan dari seorang paranormal, Micah akhirnya memutuskan menangkap basah makhluk gaib ini. Micah kemudian memasang peranti perekam video dengan harapan ia bisa menangkap perwujudan makhluk ini dan mengajaknya berkomunikasi. Dengan bantuan sebuah papan Ouija yang biasa digunakan untuk menghubungi makhluk gaib, Micah pun berusaha membuka komunikasi. Sayangnya justru usaha ini membuat makhluk gaib ini semakin marah.

Pada suatu malam tanpa sadar katie bangun dari tempat tidur,ternyata katie telah dirasuki oleh mahluk gaib tersebut,kemudian katie berjalan keluar kamar,kemudian menuruni tangga,tidak lama berselang,katie dengan suara kencang ia berteriak,suara keras katie membuat micah terbangun,kemudia ia terkejut karena katie sudah tidak ada disebelahnya.

Kemudian micah pun turun kebawah mencari suara katie,kemudian katie yang sudah dirasuki oleh mahluk gaib tersebut dengan spontan menusuk micah dengan sebelah pisau.

Minggu, 04 April 2010

adjective clause

Adjective Clause dinamakan juga RELATIVE CLAUSE yaitu Clause (anak kalimat) yang digunakan/berfungsi sebagai adjective yang menerangkan keadaan noun atau pronoun.

Contoh:
  • I have read the book (that) you just mentioned.

    Main Clause: I have read the book.
    Subordinate Clause: (that) you just mentioned.
Anak kalimat menerangkan kata benda the book, disebut dengan Adjective Clause
  • The lesson (that) she is learning is very difficult.

    Main Clause: The lesson is very difficult.
    Subordinate Clause: (that) she is learning.
Berdasarkan pada the Antecedent yang ditunjuk oleh introductory words (kata-kata pendahulunya), Adjective Clause dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu:

1. Relative Pronoun
  • Kata Ganti Orang

    Kata Penghubung yang digunakan adalah : Who, Whom, Whose, That

    Fungsi :

    a. Subjek:

    - He paid the money to the man who / that had done the work

    b. Objek Kata Kerja:

    - He paid the man whom/that he had hired.

    c. Objek Kata Depan:

    - He paid the man from whom he had borrowed the money.

    d. Kata Ganti Kepunyaan:

    - This is the girl whose picture you saw.
  • Benda, Binatang

    Kata Penghubung yang digunakan adalah: Which, that

    Fungsi:

    a. Subjek:

    - Here is a book which/that describes animals.

    b. Objek Kata Kerja:

    - The chair which/that he broke is being repaired.

    c. Objek Kata Depan:

    - She was wearing the coat for which she had paid $2,00.
2. Relative Adverbs

  • Waktu

    Kata Penghubung yang digunakan: when

    - This is the year when the Olympic Games are held.
  • Tempat

    Kata Penghubung yang digunakan: where

    - Here is the house where I live.
  • Alasan

    Kata Penghubung yang digunakan: when

    - Give me one good reason why you did that.
_________________________

1. Relative Pronoun

Yaitu Adjective Clause dengan memakai kata penghubung Relative Pronoun.
  • The boy is called Bob. He gave me a present.
    • The boy who gave me a present is called Bob. atau
    • The boy who is called Bob gave me a present.
Beberapa contoh Adjective Clause lainnya:
  • The boy whose radio was stolen is a student.
  • The girl whom I gave a special reward is a bright student.
  • The bike which I borrowed last week was sold.
2. Relative Adverb

Pelajaran tentang ini dibahas lebih lengkap pada Relative Clause. Hal-hal yang perlu ditambahkan di sini, yaitu:

  • Kata Why (yang menunjukkan alasan) yang menjadi Adverb penghubung, mungkin (kadang-kadang) dapat digantikan dengan that atau kadang-kadang dapat dihilangkan dalam kalimat.

    - The reason (that) I came should be obvious to you.
    - The reason (why) I came should be obvious to you.
    - The reason I came should be obvious to you.
  • When atau Where Bering dapat Baling ditukarkan dengan Preposition yang menunjukkan tempat (a preposition of Place) ditambah dengan Which.

    - The small town in which (= where) I was born has grown to a large metropolis.
    - The day on which (= when) they were to leave finally arrived.
Kadang-kadang that dapat menggantikan where atau when.
  • The day that (or when, on which) the trial was to take place was a stormy one.
  • Please suggest a good place that (or where) we can meet
Beberapa Hal Penting yang Berkaitan dengan Adjective Clause
  • Perubahan dari Adjective Clause menjadi Adjective Phrase.

    • Adjective Clause dapat dirubah menjadi Adjective Phrase yang menjelaskan noun tanpa ada perubahan arti kalimat.
    • Hanya Adjective Clause yang mempunyai subjek pronoun: who, which atau that yang dapat dirubah menjadi Adjective Phrase.
    • Adjective Clause dengan subjek: whom tidak dapat dirubah menjadi Adjective Phrase.

      Perhatikan Contoh berikut:

      a. Adjective Clause

      * The girl who is sitting next to me is Lisa.
      ==> The boy is playing the piano is Bent.

      b. Adjective Phrase

      * The girl sitting next to me is Lisa.
      ==> The boy playing the piano is Bent.
  • Cara mengubah Adjective Clause menjadi Adjective Phrase.

    (1) Subjek pronoun dan verb be dihilangkan.

    * Adjective Clause: The man who is talking to Taylor is from Japan.
    * Adjective Phrase: The man talking to Taylor is from Japan.

    * Adjective Clause: The ideas which are presented in that book are interesting.
    * Adjective Phrase: The ideas presented in that book are interesting.

    * Adjective Clause: Ali is the man who is responsible for preparing the budget.
    * Adjective Phrase: Ali is the man responsible for preparing the budget.

    * Adjective Clause: The books that are on the shelf are mine.
    * Adjective Phrase: The books on the shelf are mine.

    (2) Jika tidak ada verb be dalam Adjective Clause, seringkali subjek pronoun dapat dihilangkan dan mengubah kata kerja dalam Clause itu menjadi bentuk -ing.

    * Adjective Clause: English has an alphabet that consists of 26 letters.
    * Adjective Phrase: English has an alphabet consisting of 26 letters.

    * Adjective Clause: Anyone who wants to come with us is welcome.
    * Adjective Phrase: Anyone wanting to come with us is welcome.
  • Seringkali Adjective Clause digunakan dalam pola: noun + of which. Pola ini terutama digunakan untuk tulisan bahasa Inggris resmi (formal written English). Dalam pola ini biasanya Adjective Clause menerangkan "sesuatu".

    * We have an antique table. The top of it has jade inlay.
    • We have an antique table, the top of which has jade inlay.
    • We toured a 300-year-old house. The exterior of the house consisted of logs cemented with clay.
    • We toured a 300-year-old house, the exterior of which consisted of logs cemented with lay.
  • Adjective Clause sering digunakan untuk mengungkapkan kuantitas dengan of. Ungkapan kuantitas mendahului pronoun, dan hanya whom, which, dan whose yang digunakan dalam pola ini.

    Ungkapan kuantitas dengan "of" antara lain: some of, none of, both of, one of, many of, two of, all of, each of, most of, dll.

    * There are 20 students in my class. Most of them are from the Outside Java.
    --> There are 20 students in my class, most of whom are from the Outside Java.

    * He gave several reasons. Only a few of them were valid.
    --> He gave several reasons, only a few of which were valid.
  • Tanda Baca pada Adjective Clauses

    Pedoman umum dalam Tanda Baca pada Adjective Clauses yaitu:

    • Jangan menggunakan tanda koma bila Adjective Clause diperlukan untuk mengidentifikasi noun yang dijelaskan olehnya.
    • Gunakanlah tanda koma bila Adjective Clause hanya berfungsi untuk memberi informasi tambahan dan tidak dimaksudkan untuk mengidentifikasi noun yang dijelaskan olehnya.
      • Henry whose wife works at a bank came to my house yesterday.
      • Alex, whose wife works at a bank, came to my house yesterday.

    Keterangan:

    Contoh pertama menggambarkan bahwa Henry memiliki lebih dari 1 istri. Pada kalimat tersebut pembicara ingin mengindentifikasikan istrinya yang bekerja di Bank, bukan yang lainnya.

    Sedangkan pada kalimat kedua, kita sudah jelas, kalau Alex memiliki hanya 1 orang istri. Frase yang berada di antara koma hanya memberikan keterangan tambahan saja. Tanpa frase tersebut pun orang lain sudah mengetahuinya kalau istrinya Alex memang bekerja di sebuah Bank karena memang istrinya cuma 1 itu.

    Perhatikan contoh berikut ini untuk lebih jelasnya dalam penggunaan tanda koma dalam Adjective Clause.

    • Soekarno, who is the first President of Republic of Indonesia, could deliver speech well.
Perbedaan antara Adjective Clause dan Noun Clause

Karena adanya kesamaan dalam beberapa kata pendahulunya, maka kadang-kadang antara Noun Clause dan Adjective Clause sering membingungkan.

Ada 2 macam perbedaan yang penting antara dua jenis Clause tersebut: perhatikan contoh berikut ini:

  • Adjective Clause biasanya didahului oleh noun atau pronoun yang diterangkan.

    Adjective Clause

    • I know the house where he lives.
    (where he lives mempunyai antecedent the house, yang merupakan objek dari kata know)

    Noun Clause

    • I know where he lives.
    (where he lives adalah objek dari kata know)

Preposisi yang mendahului introductory word adalah milik Adjective Clause dan bukan milik Noun Clause.

Adjective Clause

  • The woman to whom he has been giving money is a poor relative of his.
(Adjective Clause dimulai dengan to yang merupakan bentuk a prepositional phrase dengan whom dalam Adjective Clause itu. Dan To dapat diletakkan di bagian belakang Adjective Clause. The woman, whom he has been giving money to, is a poor relative of his).

Noun Clause

  • He gives money to whoever needs it.
(The Noun Clause dimulai dengan whoever, seluruh Noun Clause itu adalah objek dari to, yang tidak dapat dipindah letaknya. Dan juga -ever- merupakan bentuk yang hanya bergandeng (mengikuti) dengan Noun Clause.

sumber : http://ismailmidi.com/berita-87-adjective-clause.html

Sabtu, 20 Maret 2010

merawat gitar Anda

Bersihkan Senar

yaitu membersihkan seluruh bagian senarnya dengan cara dilap dengan bahan kaus yang lembut. Bila perlu dibasahi dengan cairan string cleaner (pembersih senar) yang tersedia di toko-toko musik.

Bersihkan Gitar

Gitar loe juga perlu mandi. Bukan berarti dibawa ke kamar mandi lalu disiram, cukup di’lap saja dengan bahan kaos, baik body, neck, apalagi bagian pickup dibawah senar yang pastinya susah dibersihkan debunya (untuk ini bisa gunakan kuas cat), pokoknya sampai kinclong lagi. Bila perlu, gunakan cairan guitar polish.

Rumah Gitar

Pastikan gitar loe mempunyai “rumah” untuk melindunginya dari udara kotor diluar, dan dari benturan, Baik softcase maupun hardcase. Softcase lebih ringan dan mudah untuk dibawa kemana mana, sedangkan hardcase melindungi total dari benturan. Tergantung pilihan loe, selalu simpan gitar loe dalam case apabila tidak dimainkan. Maka gitar loe bakal lebih awet dan ngga mudah rusak.

Letakkan yang Benar

Meletakkan gitar yang benar adalah terlentang, dengan bagian neck bersenar menghadap ke atas. Biasanya, setelah memainkan gitar, orang akan meletakkan gitar berdiri, yakni posisi ujung neck bagian atas ditempelkan di dinding atau diletakan miring di lantai.

Kendurkan Senar

Selain membersihkan senar gitar, loe juga perlu mengendurkan senar gitar bila tidak dipakai lama. Ini bertujuan agar neck gitar loe tidak melengkung. Senar gitar yang disetel adalah tali yang ditegangkan, dan penegangan ini akan menarik dua sisi yang menegangkan. Pada gitar, tarikan akibat ketegangan lini bisa membengkokkan neck, walau kemungkinannya kecil.

Bersihkan Fretboard

Fretboard adalah tempat bersarangnya kotoran akibat keringat dari jari dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, bisa manjadi kerak. Setiap loe mengganti senar, sekalian bersihkan fretboard-nya dengan pick gitar, lalu lap dengan bahan kaus.

Ganti Senar

Jika senar loe sudah berkarat, gantilah. Jika tidak, bukan hanya tidak enak dimainkan, tapi warna suaranya juga menjadi tidak keruan, dan merusak fret gitar. Selain itu, jari-jari loe juga bisa sakit. Belum lagi kalau senar itu putus dan kemudian melukai tangan loe.
Biasakan untuk mengganti senar gitar satu set sekaligus, 6 buah. Hal ini untuk mencegah belangnya warna suara antara senar baru dan senar lama. Jadi bila senar loe sudah lama dan putus salah satunya, disarankan mengganti semuanya.

http://simphonymusic.com/info/gimana-cara-merawat-gitar-yang-baik/

efek rokok lebih bahaya di alami para wanita

Berhati-hatilah untuk Kaum perempuan, karena menurut Penelitian yang dilakukan para ahli dari Universitas Harvard, AS, dan Universitas Bergen di Norwegia terhadap 950 pria dan wanita yang menderita penyakit paru obstruktif kronik (COPD), penyakit akibat rokok, menemukan hasil yang hampir sama.

Diketahui, pasien COPD wanita umumnya berusia lebih muda ketika mereka didiagnosis memiliki penyakit tersebut, dan mereka merokok lebih sedikit dibanding pria. "Wanita lebih rentan terhadap efek kerusakan paru-paru akibat rokok," kata dr Inga-Cecilie Soerheim, peneliti tamu di Harvard yang hasil penelitiannya dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Thoraric Soci (sumber : kompas.com)

Jadi sebaiknya kaum perempuan berpikir ulang jika ingin mengkonsumsi rokok, apalagi sekarang ini akan ada fatwa haram bagi pengguna rokok, meskipun belum itu belum di sahkan. tetapi kembali lagi pada individu masing-masing (kan banyak yang bilang derita d tanggung sendiri ini)

MENGURANGI RESIKO TERKENA KETOMBE

Masalah yang sangat sering terjadi pada rambut adalah masalah rambut yang berketombe. Rambut berketombe biasanya di alami para kaum pria. Para ahli berpikir ini di sebabkan karena pria diketahui memiliki kelenjar produksi minyak yang lebih besar di kulit kepalanya yang dapat menimbulkan ketombe.


Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi resiko mengalami ketombe:
  • Hindari stres
    hinadari Stres dapat mempengaruhi kondisi kesehatan anda secara keseluruhan dan dapat memicu terjadinya ketombe atau memperburuk ketombe yang telah ada.
  • Konsumsilah Makanan sehat seperti mengkonsumsi sayur dan buah yang mengandung vitamin A, C, E.
  • Rawatlah rambut agar lebih sehat maka rajinlah mencuci rambut, sering menggunakan pelembab, bila perlu menggunakan sampho anti ketombe, terutama bagi anda yang memiliki rambut berminyak.

Jumat, 19 Maret 2010

BERBAGAI FAKTOR MENGAPA PRIA LEBIH BAU KETIMBANG PEREMPUAN???

Banyak orang bilang pria lebih bau daripada perempuan, benarkah pria lebih bau daripada perempuan? Di bawah ini berbagai faktor - faktor yang menyebabkan pria lebih bau ketimbang wanita :

  • Kadar testosteron yang lebih tinggi, karena hormon ini mempengaruhi produksi keringat apokrin.
  • Kebanyakan para pria kurang menjaga kebersihan dibanding wanita. Contoh : Pria lebih jarang mandi, suka memakai pakaian yang sama untuk jangka waktu yang lama, tidak merawat tubuh dengan tidak memakai deodorant/ antiperspirani , lebih banyak mengkonsumsi asupan kafein seperti : Kopi, kola, dan makanan lain yang mengandung kafein berperan pada bau badan karena mereka ini merangsang kelanjar keringat apokrin .
  • Pria cenderung mengeluarkan bau “ yang tidak sedap” daripada perempuan karena umumnya pria lebih aktif. Apalagi bagi pria yang suka berolahraga akan lebih banyak mengeluarkan keringat, hal ini disebabkan karena membesarnya pori-pori pada kulit.
Dari berbagai alasan di atas terbukti pria lebih bau daripada wanita, Jadi jangan heran jika pria lebih bau daripada wanita.



CARA MUDAH MERAWAT MOTOR

Cek Kondisi Oli

Oli mesin ini sangat penting peranannya untuk melumas komponen-komponen mesin, seperti stang seher, seher, dan ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Jika keberadaan minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya diganti. Ganti oli secara berkala dan gunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Cek Kondisi Aki

Jangan biarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum yang akibatnya bisa mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Tambahkan aki pada pagi hari.


Periksa Rantai dan Gir

Jangan biarkan rantai terlalu kendor, atau terlalu kencang. Terlalu kendor bisa membuat rantai copot dari girnya, sementara terlalu kencang bisa mengakibatkan putus rantai. Cek juga kondisi gir, jika sudah tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus. Bahaya kan, kalo lagi ngebut tiba-tiba putus rantai?

Periksa Kabel Koil dan Busi

Perhatikan keberadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi. Cepat ganti kabel yang kelihatannya sudah cukup umur dan banyak terlihat keretakan dan pengerasan pada kabel. Jangan lupa perhatikan keberadaan busi karena busi sangat vital untuk kelancaran sebuah mesin kendaraan.

Perhatikan Selang Bensin

Selang bensin ke karburator juga merupakanm komponen yang layak diperhatikan. Jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau terjadi retakan-retakan, karena bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastis dan mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa ke karburator.

Gunakan Selalu Sparepart Asli

Lebih baik mahal sedikit, tapi puas dan tahan lama daripada memakai yang tidak asli, meski murah tapi tapi daya tahan kurang.

(http://bintangsport.blogspot.com/2008/03/cara-mudah-merawat-motor-anda.html)

Minggu, 07 Maret 2010

CURRICULUM VITAE

PERSONAL DATA

Name : Permadi Duta P.
Address :Pondok Rawamas Indah blok EE5/11 Rt/Rw 03/08 Kota Baru, Karawang
Telephone : 085782112xxx
Date of Birth : February 28, 1988
Place of Birth : Jakarta
Height : 56 kilogram
Weight : 165 cm
Physical Condition : Excellent
Marital Status : single
Sex : Male/

Education Background:

University of Gunadarma from 2006 - 2010
Senior High School from 2003-2006 at SMUN 1 Subang
Junior High School from 2000-2003 at SLTPN 3 Cikampek
Elementary School from 1997-2000 at SDN Jomin Barat 04 Cikampek

Extracurricular activities in School:
Teater

ACTIVE / PASSIVE VOICE

Active voice

In most English sentences with an action verb, the subject performs the action denoted by the verb.

These examples show that the subject is doing the verb's action.



Because the subject does or "acts upon" the verb in such sentences, the sentences are said to be in the active voice.



Passive voice

One can change the normal word order of many active sentences (those with a direct object) so that the subject is no longer active, but is, instead, being acted upon by the verb - or passive.

Note in these examples how the subject-verb relationship has changed.



Because the subject is being "acted upon" (or is passive), such sentences are said to be in the passive voice.

NOTE: Colorful parrots live in the rainforests cannot be changed to passive voice because the sentence does not have a direct object.

To change a sentence from active to passive voice, do the following:

1. Move the active sentence's direct object into the sentence's subject slot



2. Place the active sentence's subject into a phrase beginning with the preposition by



3. Add a form of the auxiliary verb be to the main verb and change the main verb's form



Because passive voice sentences necessarily add words and change the normal doer-action-receiver of action direction, they may make the reader work harder to understand the intended meaning.

As the examples below illustrate, a sentence in active voice flows more smoothly and is easier to understand than the same sentence in passive voice.





It is generally preferable to use the ACTIVE voice.



To change a passive voice sentence into an active voice sentence, simply reverse the steps shown above.

1. Move the passive sentence's subject into the active sentence's direct object slot



2. Remove the auxiliary verb be from the main verb and change main verb's form if needed



3. Place the passive sentence's object of the preposition by into the subject slot.



Because it is more direct, most writers prefer to use the active voice whenever possible.

The passive voice may be a better choice, however, when

* the doer of the action is unknown, unwanted, or unneeded in the sentence

Examples



* the writer wishes to emphasize the action of the sentence rather than the doer of the action

Examples



* the writer wishes to use passive voice for sentence variety.

sumber:
http://www.towson.edu/ows/activepass.htm

Rabu, 03 Maret 2010

Conditional Sentences

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita berandai-andai. Misalnya, seandainya (jika) kamu mau jadi pacar saya, saya akan buat kamu orang paling bahagia di dunia. Seandainya saya kaya, saya akan bangun hotel bintang 5 di pantai Kuta. Seandainya saya punya sayap, saya akan terbang petikkan bintang untukmu. Dan seterusnya. Kalimat-kalimat seperti ini disebut kalimat pengandaian atau dalam bahasa Inggris disebut conditional sentences.

Dalam bahasa Inggris, conditional sentences pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. digunakannya kata if dalam anak kalimat (subordinate clause). Karena clause ini diawali oleh if maka disebut if clause.

b. digunakannya modal auxiliary, seperti will, can, may, must, would, could, might, etc. pada pokok kalimat (main clause).

Conditional sentences dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu: real conditional dan unreal/contrary to fact. Tulisan ini khusus membahas real conditionals, sedangkan untuk unreal conditional dapat dibaca di topik Conditional sentences (Part 2).

Real conditionals (factual / habitual / hypothetical / future possible)

Kalimat pengandaian tipe ini digunakan untuk mengekpresikan situasi atau aktivitas yang biasanya terjadi atau akan terjadi jika situasi pada if clause terpenuhi. Dengan kata lain, apa yang diandaikan itu memiliki peluang untuk terjadi atau menjadi kenyataan.

Sebagai contoh, ketika seorang teman mengajak saya, apakah malam ini saya mau nonton atau tidak, saya mungkin katakan:

  • If I have the time, I will go. (Jika saya punya waktu, saya akan pergi).

Kalimat ini secara implisit juga berarti,

  • If I don’t have the time, I will not go. (Jika saya tidak punya waktu, saya tidak akan pergi).

Penggunaan real conditionals

Kalimat pengandaian tipe ini dapat digunakan untuk menyatakan:

a. Future time

If + S + present tense, S +

will + Verb1
can
may
must

Note: if clause bisa diletakkan di depan kalimat (seperti formula di atas), bisa juga diletakkan di belakang setelah main clause. Ini tidak merubah arti kalimat. Dengan catatan, jika if clause diletakkan di belakang, tanda koma tidak diperlukan.

Contoh:

  1. If I have the money, I will give it to you. (Jika saya punya uangnya, saya akan memberikannya kepada kamu).
  2. If you keep driving on this speed, we may arrive at home before 10 p.m. (Jika kamu terus nyetir mobil pada kecepatan ini, kita mungkin tiba di rumah sebelum jam 10 malam).
  3. I can pass this subject if I study hard. (Saya dapat lulus mata kuliah ini, jika saya belajar giat).
  4. You must bring an umbrella if I you don’t want to get wet. (Kamu harus membawa payung, jika kamu tidak ingin basah (kehujanan).

b. Habitual (kebiasaan/habit)

If + S + verb1, S + verb1

Note: Dalam formula ini, modal auxiliary tidak digunakan.

Contoh:

  1. If Budi has enough time, he usually walks to campus. (Jika Budi punya cukup waktu, dia biasanya jalan kaki ke kampus).
  2. I usually watch football on TV every Saturday night if I do not fall asleep. (Saya biasanya nonton sepakbola di TV tiap Sabtu malam jika saya tidak tertidur).
  3. If he has money, he always treats us. (Jika dia punya uang, dia selalu mentraktir kita).

c. Command (perintah)

If + S + verb1, S + verb1

Contoh:

  1. If you finish with your work, please help me. (Jika kamu selesai dengan pekerjaanmu, tolong bantu saya).
  2. Please give me a cigarette if you don’t mind. (Tolong beri saya sepuntung rokok, jika kamu tidak keberatan).
  3. If you have time, please meet me in my office. (Jika kamu punya waktu, tolong temui saya di kantor saya).
sumber : http://swarabhaskara.com/miscellaneous/conditional-sentences-part-1/

Conditional Sentences

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita berandai-andai. Misalnya, seandainya (jika) kamu mau jadi pacar saya, saya akan buat kamu orang paling bahagia di dunia. Seandainya saya kaya, saya akan bangun hotel bintang 5 di pantai Kuta. Seandainya saya punya sayap, saya akan terbang petikkan bintang untukmu. Dan seterusnya. Kalimat-kalimat seperti ini disebut kalimat pengandaian atau dalam bahasa Inggris disebut conditional sentences.

Dalam bahasa Inggris, conditional sentences pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. digunakannya kata if dalam anak kalimat (subordinate clause). Karena clause ini diawali oleh if maka disebut if clause.

b. digunakannya modal auxiliary, seperti will, can, may, must, would, could, might, etc. pada pokok kalimat (main clause).

Conditional sentences dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu: real conditional dan unreal/contrary to fact. Tulisan ini khusus membahas real conditionals, sedangkan untuk unreal conditional dapat dibaca di topik Conditional sentences (Part 2).

Real conditionals (factual / habitual / hypothetical / future possible)

Kalimat pengandaian tipe ini digunakan untuk mengekpresikan situasi atau aktivitas yang biasanya terjadi atau akan terjadi jika situasi pada if clause terpenuhi. Dengan kata lain, apa yang diandaikan itu memiliki peluang untuk terjadi atau menjadi kenyataan.

Sebagai contoh, ketika seorang teman mengajak saya, apakah malam ini saya mau nonton atau tidak, saya mungkin katakan:

  • If I have the time, I will go. (Jika saya punya waktu, saya akan pergi).

Kalimat ini secara implisit juga berarti,

  • If I don’t have the time, I will not go. (Jika saya tidak punya waktu, saya tidak akan pergi).

Penggunaan real conditionals

Kalimat pengandaian tipe ini dapat digunakan untuk menyatakan:

a. Future time

If + S + present tense, S +

will + Verb1
can
may
must

Note: if clause bisa diletakkan di depan kalimat (seperti formula di atas), bisa juga diletakkan di belakang setelah main clause. Ini tidak merubah arti kalimat. Dengan catatan, jika if clause diletakkan di belakang, tanda koma tidak diperlukan.

Contoh:

  1. If I have the money, I will give it to you. (Jika saya punya uangnya, saya akan memberikannya kepada kamu).
  2. If you keep driving on this speed, we may arrive at home before 10 p.m. (Jika kamu terus nyetir mobil pada kecepatan ini, kita mungkin tiba di rumah sebelum jam 10 malam).
  3. I can pass this subject if I study hard. (Saya dapat lulus mata kuliah ini, jika saya belajar giat).
  4. You must bring an umbrella if I you don’t want to get wet. (Kamu harus membawa payung, jika kamu tidak ingin basah (kehujanan).

b. Habitual (kebiasaan/habit)

If + S + verb1, S + verb1

Note: Dalam formula ini, modal auxiliary tidak digunakan.

Contoh:

  1. If Budi has enough time, he usually walks to campus. (Jika Budi punya cukup waktu, dia biasanya jalan kaki ke kampus).
  2. I usually watch football on TV every Saturday night if I do not fall asleep. (Saya biasanya nonton sepakbola di TV tiap Sabtu malam jika saya tidak tertidur).
  3. If he has money, he always treats us. (Jika dia punya uang, dia selalu mentraktir kita).

c. Command (perintah)

If + S + verb1, S + verb1

Contoh:

  1. If you finish with your work, please help me. (Jika kamu selesai dengan pekerjaanmu, tolong bantu saya).
  2. Please give me a cigarette if you don’t mind. (Tolong beri saya sepuntung rokok, jika kamu tidak keberatan).
  3. If you have time, please meet me in my office. (Jika kamu punya waktu, tolong temui saya di kantor saya).
sumber : http://swarabhaskara.com/miscellaneous/conditional-sentences-part-1/